free online dating sites
free dating sites
free dating sites uk
asian dating
You are here:
E-mail Cetak PDF

DISIPLIN YANG BERBUAH MANIS

Penyematan  tanda jasa oleh Ketua Pengadilan Agama Wonosobo

Apel pagi hari Senin, tanggal 23 Nopember 2015 yang langsung dipimpin oleh Ketua Pengadilan Agama Wonososobo dilaksanakan dalam suasana yang berbeda. Apel pagi kali ini berbarengan dengan penyampaian penyampaian tanda jasa kehormatan pengabdian Pegawai Negeri Sipil yang berupa Satyalancana Karya Satya 30 tahun dan 20 tahun. Pada apel pagi tersebut disampaikan tanda jasa kehormatan  Satyalancana Karya Satya 30 Tahun kepada 6 orang Pegawai Negeri Sipil Pengadilan Agama Wonosobo yang terdiri dari 4 orang Hakim yaitu Drs. H. Muh. Saifiddin Zawawi, S.H.,  Drs. H. Ach. Anwarulchur, S.H., M.H., Drs. H.M. Amir Arifin, M.H. dan  Drs. Bambang Sugeng, M.S.I. dan 2 orang pegawai yaitu Anwar Faozi, S.H. (Pansek) dan Adi Permono,S.H. (Wasek). Sedangkan tanda jasa kehormatan Satyalancana Karya Satya 20 Tahun diberikan kepada  11 Pegawai Negeri Sipil yang terdiri dari 5 orang Hakim yaitu Drs. H. Tahrir, Drs. Syamsurijal FS, M.S.I, Drs. Rofi’i, M.H., Drs. Nuryadi Siswanto, M.H. dan  Drs. H. Nangim, M.H. dan 7 orang pegawai yaitu H. Irawan Hari Waluyo, S.H., H. Muh. Mustangin, S.H., H. Wakhid Salim. S.Ag., Siti Aminah, S.Ag., Ernawati dan Bambang Gunawan.

Amanat Ketua Pengadilan Agama Wonosobo

Dalam amanatnya Ketua Pengadilan Agama Wonosobo Drs. H. Tahrir mmberikan ucapan selama kepada seluruh pegawai yang telah memperoleh tanda jasa kehormatan pengabdian dan sekaligus mengingatkan bahwa tanda jasa Satyalancana Karya Satya ini merupakan penghargaan dari Negara terhadap Pegawai Negeri Sipil yang telah bekerja dengan penuh kesetiaan kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara dan Pemerintah serta penuh dengan pengabdian, kejujuran dan disiplin, sehingga dapat dijadikan teladan bagi pegawai lainnya, disamping itu bahwa Pegawai Negeri Sipil yang memperoleh penghargaan tanda jasa kehormatan ini juga pada pegawai yang selama kurun waktu pengabdiannya belum pernah mendapat hukuman kedisiplinan yang sedang maupun yang berat sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku; Untuk itu Ketua Pengadilan Agama Wonosobo berpesan agar prestasi yang telah diraih dengan susah payah dan dalam kurun waktu yang panjang agar dapat dipertahankan dan ditingkatkan kinerjanya dan yang lebih penting dapat menjadi teladan bagi pegawai yang belum berkesempatan memperoleh tanda jasa kehormatan Satyalancana Karya Satya.

Para Pegawai penerima tanda jasa Satyalancana Karya Satya

Dalam akhir amanatnya Ketua Pengadilan Agama Wonosobo mengingatkan kembali agar para pegawai yang belum menyelesaikan pengisian kelengkapan data ePUPNS agar segera melengkapinya, sebab data tersebut akan divalidasi akhir di Pengadilan Tinggi Agama Semarang pada tanggal 26 Nopember 2015. Sekali lagi diingatkan nasib kepegawaian masing-masing pegawai baik promosi maupun mutasi akan ditentukan oleh kelengkapan data ePUPNS pegawai yang bersangkutan.

LAST_UPDATED2
E-mail Cetak PDF

SIADPA akan Diintegrasikan dengan SIPP

Jakarta l Badilag.net

Sistem Informasi Administrasi Perkara Pengadilan Agama (SIADPA) akan diintegrasikan dengan Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP). Dimulai tahun ini, diharapkan tahun depan hasil integrasi tersebut sudah terwujud.

Demikian disampaikan Subeno Tri Leksono, Ketua Tim Teknologi Informasi Bidang Administrasi Peradilan Agama, kepadaBadilag.net di Bogor, Selasa (10/11/2015).

“Pimpinan Badilag sudah menyetujuinya,” kata Subeno. Yang ia maksud ialah Dirjen Badilag Drs. H. Abdul Manaf, M.H. dan Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Agama Ditjen Badilag Dr. H. Hasbi Hasan, M.H.

Proses integrasi ini diawali dengan serangkaian pertemuan antara pihak Badilag dengan pihak BUA, dalam hal ini Bagian Pengembangan dan Bagian Pemeliharaan Jaringan.

“Senin kemarin, pihak UNDP (United Nation Development Program) menemui Dirbinadmin di Badilag,” kata Subeno. Hingga tahun 2019, UNDP memfasilitasi pengembangan SIPP dan integrasi seluruh sistem adminsitrasi perkara di ke SIPP.

Dirbinadmin menyambut positif kunjungan UNDP itu dan mengungkapkan bahwa Badilag punya visi yang sama dengan pimpinan MA untuk mengintegrasikan seluruh sistem informasi administrasi perkara dalam wadah SIPP.

Soal nama aplikasi ke depan, menurut Subeno, sejauh ini belum ada keputusan. Meski demikian, kemungkinan nanti SIPP menjadi nama induk, kemudian dibagi-bagi menjadi SIPP untuk peradilan umum, SIPP untuk peradilan agama, dan seterusnya.

“Yang penting, hasil kerja kita selama ini dalam mengembangkan SIADPA tetap digunakan dan timnas SIADPA akan tetap dilibatkan,” ungkap Subeno.

Digarap sebulan penuh

Untuk keperluan integrasi ini, pimpinan Badilag telah menugaskan Tim Nasional yang dipimpin Subeno untuk berkunjung ke PA Yogyakarta dan ke PA Bandung, bersama-sama dengan tim dari BUA. Tujuannya untuk melakukan assessmentterhadap aplikasi SIADPA yang saat ini digunakan.

Kunjungan ke dua PA tersebut masing-masing dilakukan selama tiga hari. Ke PA Yogyakarta pada 11-13 November dan ke PA Bandung pada 18-20 November.

Pada hari pertama dan kedua, mereka mengkaji tatalaksana (business process), mengambil contoh dokumen, mengadakan wawancara, lalu mengevaluasi temuan-temuan di lapangan. Pada hari ketiga, hasil assessment akan dipaparkan di hadapan pimpinan, hakim, pejabat dan staf di dua pengadilan tersebut.

Setelah itu, selama 30 hari sejak 23 November 2015, di Malang, mereka akan melakukan pengembangan aplikasi SIPP untuk pengadilan tingkat pertama di lingkungan peradilan agama. Dalam waktu bersamaan, dilakukan pula migrasi data SIADPA.

 “Kami sekaligus juga akan mengevaluasi dan mengadakan penyempurnaan terhadap SIADPA hasil redesain yang telah kita ujicobakan di sejumlah PA,” kata Subeno.

Ia optimis, kerja keras selama sebulan itu akan mencapai target yang diinginkan, sehingga proses integrasi ini sudah berhasil pada tahun 2016 nanti.

[hermansyah]

E-mail Cetak PDF

APEL PERDANA BULAN OKTOBER 2015

Tepat pukul 07.30 WIB hari Senin tanggal 5 Oktober 2015, apel pagi pegawai Pengadilan Agama Wonosobo kelas I A dimulai. Apel pegawai yang diikuti oleh para hakim, pejabat fungsional, pejabat struktural dan staf serta pegawai honor di lingkungan Pengadilan Agama Wonosobo tersebut merupakan apel minggu pertama pada  bulan Oktober 2015.

Bertindak selaku Pembina  apel adalah H. Risyam Kamtoko, S.Ag., M.H., Hakim Pengadilan Agama Wonosobo, beliau adalah Hakim yang baru bertugas di Pengadilan Agama Wonosobo sebelumnya Ketua Pengadilan Agama Marisa Kelas II masuk wilayah hukum PTA Gorontalo. Seperti biasa pada apel tersebut semua pegawai berikrar 10 budaya malu, yang berbunyi: “ Kami aparatur Pengadilan Agama Wonosobo senantiasa : 1. Malu Datang Terlambat, 2. Malu Tidak Berpakaian Rapih, 3. Malu Pulang Lebih Awal, 4. Malu Tidak Masuk Kerja, 5. Malu Selalu Sering Izin, 6. Malu Berpakaian Dinas Tidak Sesuai Aturan, 7. Malu Bekerja Tanpa Program, 8. Malu Pekerjaan Terbengkalai, 9. Malu Tidak Bertanggungjawab Terhadap Pekerjaan, 10. Malu Tidak Bertatakrama dan Tidak Sopan Santun.". Dalam amanatnya, Pembina apel menyampaikan agar semua pegawai berhati-hati, cermat dan teliti dalam melaksanakan setiap tugas yang menjadi tanggungjawabnya.

  

Setelah apel pagi selesai dilanjutkan dengan pemberian hadiah kepada para juara pertandingan olahraga yang diselenggarakan oleh BAPOR PA Wonosobo dalam rangka memperingati Hari Ulangtahun ke – 70 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Ulangtahun ke – 70 Mahkamah Agung, serta Hari Olahraga Nasional. Berbagai cabang olah raga dipertandingkan, antara lain : Tenis lapangan, Tenis Meja, Bulu tangkis serta perlombaan hiburan seperti lomba balap gapyak, lomba makan krupuk dan kipas balon. Selamat bagi para juara…!!!

LAST_UPDATED2

Artikel Lain...

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL