I Like Monday

(Pembinaan pengganti apel Senin pagi)

 

Tidak seperti biasanya pada hari Sening minggu-minggu yang lalu, hari ini (Senin/25/3/19) tidak ada apel Senin pagi dikarenakan hujan yang mengguyur deras di kota Wonosobo, maka sebaga penggantinya diadakannlah pembinaan oleh Pimpinan yang dalam hal ini dipimpin oleh Wakil Ketua Pengadilan Agama Wonosobo Dr. H. Faishol Hasanuddin, SH., MH.,

Mengambil tempat di ruang pertemuan Pengadilan Agama Wonosobo, tepat pukul 08.00 Wib, dilaksanakan kegiatan pembinaan yang dimoderatori oleh Sekretaris Pengadilan Agama Wonosobo Zulfikar Arif Rahman Purba, SH., MM, di mana Wakil Ketua mengingatkan kembali kepada seluruh Hakim dan Pegawai untuk melaksanakan tugas dan fungsinya sebagaimana yang telah tertera di dalam Sasaran Kerja Pegawai (SKP) sebagai wujud perjanjian antara bawahan kepada atasan langsungnya.

Pada kesempatan itu juga mantan Ketua Pengadilan Agama Bima menyampaikan, untuk mendongkrak posisi Pengadilan Agama Wonosobo yang masih terus bertengger di zona kuning, perlu diadakan evaluasi simultan yang terus menerus, agar kita bisa terlepas dari zona kuning tersebut.

Di akhir pembinaannya beliau menyampaikan, mungkin ada hal-hal terbaru yang dapat disampaikan oleh Sekretaris Pengadilan Agama Wonosobo yang baru kembali dari Bekasi dalam kegiatan penyusunan pedoman integrasi Akreditasi Penjaminan Mutu dan Zona Integritas.

Perlu diketahui juga beberapa hari yang lalu tepatnya pada tanggal 20 s.d 21 Maret 2019, Sekretaris Pengadilan Agama Wonosobo mengikuti kegiatan Reviu Pedoman APM yang diselenggarakan oleh Ditjen Badilag MARI di hotel Aston Bekasi.

Beliau mengatakan bahwa untuk pelaksanaan Zona Integritas di satuan kerja tidak lagi ada istilah Reformasi Birokrasi, karena pelaksanaan Reformasi Birokrasi di satker baik tingkat banding maupun tingkat pertama adalah pelaksanaan Zona Integritas, sedangkan Reformasi Birokrasi sendiri digunakan untuk lembaga Mahkamah Agung.

Selain itu untuk persyaratan satker yang dapat mengajukan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi adalah salag satunya telah terakreditasi minimal B, Pengadilan Agama Wonosobo telah memenuhi syarat untuk diajukan jika dipandang dari segi Sertifikat Akreditasinya, namun harus juga dipenuhi syarat-syarat yang lain, misalnya mempunyai kedudukan yang strategis dalam pelayanan masyarakat, mempunyai nilai kinerja minimal CC.

Dari persyaratan-persyaratan tersebut, sepertinya Pengadilan Agama Wonosobo mampu untuk meraihnya, namun persyaratan yang paling besar dan pengaruh yang signifikan adalah Komitmen pimpinan dan seluruh pegawai untuk melaksanakan program tersebut yang awalnya dimulai dari Perubahan Pola Pikir dan Budaya Kerja.

Pola pikir kita harus diubah, seiring dengan perubahan zaman dan peraturan serta kebijakan di Mahkamah Agung, demikian juga budaya kerja kita harus diubah, dari yang tidak berorientasi output kepada orientasi output setiap saat, karena Pegawai setiap hari harus mempunyai target yang dia capai dan dibuktikan dengan dokumen atau output pekerjaan yang dia laksanakan setiap hari.

Jika pegawai tidak melaksanakan pekerjaan pada jam kerja yang telah ditetapkan, maka dapat dikategorikan sebagai bentuk perbuatan Korupsi, yaitu korupsi uang Negara, karena setiap awal bulan kita telah beri gaji untuk sebulan ke depannya atau kita telah dipinjamin uang oleh Negara tanpa ada potongan sedikitpun, untuk itu marilah kita perbaiki budaya kerja kita yang mungkin selama ini belum mempunyai ouput yang jelas dan terukur.

Acara yang berlangsung lebih kurang 30 menit dihadiri oleh seluruh Hakim dan Pegawai baik PNS maupun tenaga kontrak Pengadilan Agama Wonosobo dengan harapan Pengadilan Agama Wonosobo lebih baik dan maju ke depannya. Amin

(ZARP_WSB)