Role Model, Agen Perubahan, Jurusita/Jurusita Pengganti Teladan dan Pegawai Honorer Teladan Pengadilan Agama Wonosobo tahun 2019

Wonosobo, mewakili Ketua Pengadilan Agama Wonosobo, Moh. Faishol Hasanuddin kembali memberikan penghargaan (role model) kepada jajarannya atas kinerja yang telah dilakukan.

Penyerahan penghargaan role model tersebut dilakukan pada Senin, 01 April 2019 bersamaan dengan pelaksanaan kegiatan rutin apel pagi di Wonosobo. Penyerahan ini dihadiri oleh seluruh aparatur pengadilan.

"Penghargaan ini dibagi kepada empat kategori, yaitu Role Model, Agen Perubahan, Jurusita/Jurusita Pengganti, dan Pegawai Honorer Teladan," kata Wakil Ketua Pengadilan Agama Wonosobo, Moh. Faishol Hasanuddin.

Dihadapan peserta apel pagi, Moh. Faishol Hasanuddin menjelaskan bahwa Kategori Agen Perubahan diklasifikasikan kepada 4 bagian, yang terdiri dari Sementara Role Model diberikan kepada Drs. Rahmat Farid, M.H. (integritas), Drs. H. Arif Mustaqim, M.H. (Akhlak dan Etika), Zulfikar Arif Rahman Purba, S.H., M.M. (Profesionalisme) dan Dr. H. Moh. Faishol Hasanuddin, S.H., M.H (Ketepatan Waktu/Disiplin).  Sementara untuk Agen Perubahan Integritas, akhlak dan Etika, Profesionalisme, dan Ketepatan Waktu (Disiplin). Secara berturut-turut mereka yang menerima adalah Irawan Hari Waluyo, S.H., Drs. Moh. Zaidin, Ika Nursarie, A.Md, dan Sumiandri, S.H.I.

Adapun penghargaan Jurusita/Jurusita Pengganti teladan diberikan kepada Mustanir dan penghargaan pegawai honorer teladan bidang Integritas, Akhlak dan Etika diberikan kepada Khaerul Anam, S.Kom dan bidang Profesionalisme dan Ketepatan Waktu (Disiplin) kepada Susilo. 

“Penghargaan ini merupakan pengakuan atas kinerja optimal yang telah dilakukan," tegas Moh Faishol saat memberikan amanat.

Namun demikian, lanjut Moh Faishol, secara berkala, selama 6 bulan sekali kegiatan serupa akan selalu dilakukan evaluasi secara menyeluruh.

Dijelaskan Moh Faishol juga bahwa penghargaan ini sebagai pemicu kepada aparatur pengadilan lainnya untuk senantiasa meningkatkan kualitas kerja dan membentuk sinergi seluruh aparatur pengadilan.

"Dalam SIPP, misalnya, kita masih lebih dekat dengan batas minimal”. Lanjut Waka.

Pada kesempatan ini, Moh Faishol juga mengingatkan, bahwa dalam setiap pekerjaan yang dilakukan ada nilai amanah di dalamnya. Sehingga, bekerja dengan optimal merupakan pengejawantahan nilai amanah tersebut.

"Kiranya kita semua dapat menjalankan amanah yang diberikan," tutup Waka.