SELAMAT DATANG DI ZONA RAMADHAN

PENGADILAN AGAMA WONOSOBO

 

(Senin/6/5/19) bertemakan dengan memasuki zona Ramadhan mari kita tingkatkan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan melayani sebagai pembuka awal pengajian di bulan Ramadhan 1440 H di Pengadilan Agama Wonosobo.

Ramadhan tahun ini Pengurus BKM Al-Hikmah Pengadilan Agama Wonosobo mengadakan kegiatan Ramadhan berupa tausiyah Ba’da Zuhur dengan metode membahas kitab kuning yang dinarasumberi oleh Drs. H. Machmud, SH dan dilanjutkan dengan Tadarus Al-Quran bersama-sama seluruh Pegawai Pengadilan Agama Wonosobo yang dibagi menjadi 10 kelompok dan masing-masing kelompok mendapatkan bagian 3 juz Al-Quran, karena tadarus Al-Quran ini harus mempunyai target yaitu minimal sekali Khatam (selesai.red) kemudian setelah itu dilakukan acara Khataman Al-Quran yang nanti diadakan bersamaan dengan Ifthar (berbuka puasa) bersama keluarga besar Pengadilan Agama Wonosobo yang direncanakan pada malam 17 Ramadhan atau bertepatan dengan tanggal 22 Mei 2019, jelas Ketua BKM Al-Hikmah Drs. H. Syarifuddin, SH., MH.

Dan untuk pembukaan tausyiah diawali terlebih dahulu pengantar dari Ketua Pengadilan Agama Wonosobo, Drs. H. Muh. Zainuddin, SH., MH., sebagaimana tema tersebut di atas, Muh. Zainuddin menjelaskan bahwa dengan memasuki bulan Ramadhan artinya kita memasuki Zona Ramadhan mari kita tingkatkan Zona Integritas pada diri kita masing-masing, karena ibadah Puasa sebagai bentuk integritas yang tinggi, hal ini dapat dipahami bahwa ibadah puasa hanya dapat diketahui oleh diri kita sendiri dan Allah SWT.

Bisa saja di depan orang banyak dia menyatakan berpuasa, akan tetapi secara sembunyi-sembunyi dia tidak berpuasa tanpa alasan yang dibenarkan oleh syariat, contoh seperti tersebut merupakan bentuk integritas diri, di mana seorang muslim yang mukmin akan melaksanakan ibadah puasa dalam kondisi dilihat atau tidak dilihat orang lain sebagai bentuk ketakwaan kepada Allah, karena dia memahami makna berpuasa dan dia juga merasa senantiasa diawasi oleh CCTV 24 jam tanpa pernah berhenti memonitor yakni Pencipta Alam beserta isinya Allah yang Maha Kuasa.

Ibadah puasa juga ibadah yang dilakukan oleh pendiri-pendiri Negara kita terdahulu, sejak zaman kerajaan pendiri kerajaan sebelum mendirikan kerajaan pasti melakukan puasa, pendiri Negara kita juga demikian sebelum mengambil keputusan yang penting para pendiri Negara kita melakukan puasa, artinya puasa adalah bentuk ibadah yang dengan pelaksanaannya orang yang melakukan ibadah tersebut semakin dekat dengan sang Pencipta, jika semakin dekat maka keputusan yang akan diambil secara tidak langsung bersumber dari sang Pencipta yaitu Allah yang Maha Besar. Untuk itu mari bersama-sama di bulan Ramadhan ini kita tingkatkan nilai integritas diri baik di dalam ibadah maupun di dalam pelaksanaan tugas sehari-hari sebagai abdi Negara dan abdi masyarakat, tegas Muh. Zainuddin.

Setelah tausyiah maka dilanjutkan dengan Tadarus Al-Quran dengan metode kelompok tadarus di mana setiap kelompok dibagi 3 Juz Al-Quran dan dibaca secara bergantian dengan yang lain menyimak dan memperhatikan bacaan sang Qori’.(ZARP_WSB)