LAYANAN PUBLIK

Hakikat KebenaranFormil di Peradilan Agama Perspektif Surat An Nisa ayat:58

HakikatKebenaranFormil di Peradilan Agama

Perspektif Surat An Nisa ayat:58

 

Oleh: Arif Mahfuz.S.Sy

 Calon Hakim Peradilan Agama Mahkamah Agung Republik Indonesia

Magang di Pengadilan Agama wonosobo

 
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الأمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا

Artinya: “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha melihat”(An Nisa ayat:58).

Perkara keperdataan Islam di Peradilan Agama merupakan kompetensi Absolut Peradilan Agama, dalam menyelesaikan perkara-perkara tersebut nilai-nilai keislaman selalu dapat di junjung tinggi, serta legalitas Peradilan Agama yang dapat menjadikan al Qur’an dan sunnah sebagai dasar hukum.

Keadilan yang merupakan tolak ukur berhasilnya lembaga peradilan memutus perkara mejadi sangat penting untuk diwujudkan, setiap para pihak yang berperkara selalu mengharapkan keputusan yang seadil-adilya terhadap majelis hakim, dengan terwujudnya keadilan maka selesailah tuntunan para pihak dalam menghadapi perkaranya. Artikel Selengkapnya